Seminar Metodologi Penulisan Karya Ilmiah: Penguatan Tradisi Turats di Ma’had Aly Darul Munawwarah

Pidie Jaya — Ratusan mahasantri memadati aula utama Ma’had Aly Darul Munawwarah pada Sabtu, 18 April 2026, untuk mengikuti Seminar Metodologi Penulisan Karya Ilmiah dalam Bentuk Risalah, Syarah, Ta’liqat, dan Tahqiq Makhtutat. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, Tgk. Mustafa Kamal Al-Bayuni dan Tgk. Achmad Jazuli, yang dikenal aktif dalam pengembangan tradisi akademik berbasis turats.

Seminar dibuka secara resmi oleh Mudir Ma’had Aly, Dr. Abi H. Anwar Usman. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguasaan metodologi penulisan ilmiah berbasis khazanah klasik merupakan identitas utama mahasantri Ma’had Aly. “Karya ilmiah mahasantri harus lahir dari tradisi keilmuan yang bersanad, kuat secara metodologi, dan relevan secara akademik,” ujarnya.

Sementara itu, laporan kegiatan disampaikan oleh Kabiro Akademik, Tgk. Najimuddin, yang menjelaskan desain kegiatan terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama berupa pemaparan konseptual metodologi penulisan, sedangkan sesi kedua dilanjutkan dengan pelatihan intensif berbasis kelas.

Pada sesi pelatihan, peserta dibagi ke dalam dua kelas khusus, yakni kelas Tahqiq Makhtutat dan kelas Penulisan Kitab. Skema ini dirancang agar mahasantri mendapatkan pendampingan yang lebih fokus sesuai minat dan konsentrasi keilmuan masing-masing.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Diskusi interaktif, tanya jawab metodologis, serta contoh-contoh praktis yang diberikan narasumber memperkaya pemahaman mahasantri tentang teknik penulisan risalah, syarah, ta’liqat, hingga praktik tahqiq naskah klasik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Ma’had Aly Darul Munawwarah dalam memperkuat budaya literasi ilmiah yang berakar pada tradisi turats, sekaligus menjawab tuntutan akademik kontemporer. Diharapkan, melalui seminar dan pelatihan ini, lahir karya-karya ilmiah mahasantri yang bermutu, otoritatif, dan menjaga kesinambungan sanad keilmuan pesantren.