Mudir Ma’had Aly Darul Munawwarah Hadiri Peluncuran Beasiswa Cendekia BAZNAS 2025 dan Penandatanganan PKS di Jakarta

Jakarta – Senin, 04 Agustus 2025
Mudir Ma’had Aly Darul Munawwarah, Dr. Abi H. Anwar Usman, S.Pd.I., M.M., menghadiri acara Peluncuran Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Tahun 2025 yang dirangkai dengan Penandatanganan dan Penerimaan Surat Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan sejumlah Ma’had Aly se-Indonesia. Acara bergengsi ini berlangsung di Graha Utama Kemendikdasmen, Gedung A Kemendikbudristek RI, Jakarta Pusat.

Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Ma’had Aly adalah program beasiswa pendidikan tinggi bagi para mahasantri program sarjana (S1) yang sedang menempuh studi di 50 Ma’had Aly mitra resmi BAZNAS. Melalui program ini, para mahasantri akan mendapatkan fasilitas Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester serta program pembinaan berupa pendampingan diri, baik bersama mentor Ma’had Aly maupun tokoh nasional.

Pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly 2025 resmi dibuka mulai tanggal 4 Agustus hingga 17 Agustus 2025. Mahasantri yang berminat wajib mengikuti dua langkah penting:
1️⃣ Langkah 1: Mengunduh petunjuk teknis pendaftaran dan format berkas persyaratan melalui tautan resmi https://bazn.as/panduanbcbma25.
2️⃣ Langkah 2: Mengumpulkan berkas yang telah dilengkapi ke unit layanan beasiswa di kampus masing-masing. Daftar kampus dapat dilihat pada panduan beasiswa di https://bazn.as/daftarbcbma2025.

Dalam sambutannya, pihak BAZNAS menekankan pentingnya kerja sama ini sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan di pesantren. Dr. Abi H. Anwar Usman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesempatan yang diberikan BAZNAS kepada Ma’had Aly Darul Munawwarah.

“Ini adalah wujud nyata komitmen kita bersama dalam mencetak generasi cendekiawan muslim yang memiliki wawasan keislaman mendalam dan keterampilan kepemimpinan yang mumpuni,” tegas beliau.

Acara ini dihadiri oleh para Mudir Ma’had Aly mitra BAZNAS, jajaran Kementerian Agama, serta pejabat di lingkungan Kemendikbudristek. Diharapkan kerja sama ini dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi mahasantri, memperkuat kaderisasi ulama, dan memperkokoh peran pesantren dalam pembangunan bangsa.